penutupan9des :: 10th Jakarta International Film Festival [JiFFest2008]
| Selasa, 9 Desember 2008 |
Tahun ini JiFFest memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-10. Selama satu dekade terakhir, JiFFest telah membuktikan dirinya sebagai salah satu acara kebudayaan berskala internasional yang sukses bertahan di Indonesia. JiFFest akan diselenggarakan pada tanggal 5-9 Desember 2008 di Platinum XXI FX, Blitz Megaplex Grand Indonesia, dan pusat-pusat kebudayaan seperti Erasmus Huis, Kineforum TIM, Galeri Cipta TIM, GoetheHaus, Istituto Italiano di Cultura dan The Japan Foundation. Lebih dari 100 film dari 24 negara akan diputar tahun ini.
Unduh buku program JiFFest2008 >> ![]()
Sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 1999 sampai sekarang, JiFFest selalu mendapat tanggapan positif dari pecinta film di dalam dan luar negeri. Dengan rata-rata jumlah penonton 50.000 sampai 60.000 selama tiga tahun terakhir, sejak tahun 2006 JiFFest telah menjadi festival film internasional terbesar di Asia Tenggara dalam jumlah penonton, jauh melewati kapasitas penonton festival film internasional di Bangkok, Singapura, dan Manila.
Namun, krisis ekonomi global akhir-akhir ini memaksa JiFFest untuk mengurangi skala festival demi keberlangsungan acara JiFFest itu sendiri. Dari 10 hari penyelenggaraan, kami menguranginya menjadi 5 hari. Hal ini terpaksa dilakukan agar dengan segala keterbatasan yang ada, JiFFest dapat tetap terus hadir menjadi agenda tahunan budaya Jakarta dan Indonesia.
Meskipun begitu, JiFFest tetap terus menjadi ajang tontonan film-film berkelas dunia terbesar di Indonesia, dan yang lebih penting, JiFFest menjadi bagian kebangkitan dunia perfilman Indonesia. Saat JiFFest baru mulai, kurang dari 10 film Indonesia dirilis setiap tahunnya, tetapi sekarang, hampir 100 film Indonesia telah dan akan dirilis sampai bulan Desember 2008.
Sebagai bagian dari ‘perayaan’ ini, JiFFest mempersembahkan the 10 Years of Indonesian Film Revival, sebuah program yang memutar 10 film Indonesia terlaris selama sepuluh tahun terakhir, di mana untuk masuk kategori ini, sebuah film harus mendatangkan sedikitnya 1,3 juta penonton di bioskop! Film-film yang masuk kategori ini antara lain Petualangan Sherina, Jelangkung, Ada Apa Dengan Cinta? dan Eiffel … I’m in Love!
Kompetisi Film Cerita Panjang Indonesia (Indonesian Feature Film Competition) tetap akan hadir untuk memilih Film Indonesia Terbaik dan Sutradara Terbaik dari film-film Indonesia yang dirilis dari Oktober 2007 sampai September 2008. Dari 84 film Indonesia yang dirilis pada periode ini, JiFFest telah melakukan seleksi awal dan memilih 10 film yang layak masuk kompetisi. Film-film tersebut adalah: Fiksi., Get Married, In the Name of Love, Laskar Pelangi, LoVe, May, Mereka Bilang Saya Monyet!, Perempuan Punya Cerita, Quickie Express dan Radit & Jani.
Film-film Indonesia terbaru akan diputar sebagai Indonesian Gala Premieres, seperti:
- Drupadi, film pendek karya Riri Riza dengan bintang Nicholas Saputra dan Dian Sastro;
- film dokumenter Pertaruhan tentang kehidupan kaum wanita yang terpinggirkan, diproduseri oleh Nia Dinata dan dibuat oleh lima sutradara muda, yaitu Ani Ema Susanti, Iwan Setiawan & M. Ichsan, Lucky Kuswandi, Ucu Agustin;
- dan film terbaru Garin Nugroho Di Bawah Pohon (Under the Tree), yang dibintangi Marcella Zalianty, Nadia Shapira dan Dwi Sasono.
Tahun ini JiFFest kembali hadir dengan premiere film-film pemenang Kompetisi Pengembangan Naskah (Script Development Competition) tahun lalu, sekaligus menandai adanya kompetisi serupa tahun ini. Tiga film yang akan diputar di sini adalah The Visit, karya Erwin Indrawan, The Last Journey karya Endah WS, dan Traffic Jam, karya Tam Notosusanto.
Dari kawasan regional, JiFFest dengan program A View from the SEA akan memutar film-film terbaru dari Asia Tenggara, seperti gala premiere My Magic (Singapura) karya sutradara Eric Khoo, A Moment of June (Thailand), Susuk (Malaysia) dan Tribu (Filipina).
Film-film internasional lainnya akan diputar di program World Cinema dan Panorama, termasuk film-film pemenang Berlin International Film Festival, seperti Happy Go Lucky (artis terbaik, Sally Hawkins) dan Tropa de Elite (Film Terbaik), pemenang Cannes Jury Prize Tokyo Sonata dari Jepang, film Perancis terlaris sepanjang masa Bienvenue Chez les Ch’tis dan film terbaik Norwegia dua tahun berturut-turut, yaitu Reprise dan The Man Who Loved Yngve. Film-film lainnya merupakan film-film yang didaftarkan oleh negara masing-masing untuk ajang Academy Awards di kategori Film Berbahasa Asing Terbaik, seperti Dunya & Desie (Belanda), Captain Abu Raed (Yordania) dan Songs of Sparrow (Iran).
Selain film-film fiksi, film-film dokumenter lainnya pun tak kalah menarik, seperti Up the Yangtze, konser musik The Rolling Stones yang terekam dalam Shine a Light karya sutradara besar Martin Scorsese, dan film Garin Nugroho tentang musik jazz berjudul Teak Leaves at the Temple.
Keseluruhan rangkaian film-film di JiFFest akan dibuka dengan Gala Opening yang menampilkan Film Pembuka Burn After Reading, komedi terbaru karya Sutradara Terbaik Academy Awards tahun ini Joel dan Ethan Coen, yang menampilkan bintang-bintang papan atas George Clooney, Brad Pitt, John Malkovich, Tilda Swinton dan Frances McDormand.
Sementara Film Penutup yang akan mengakhiri kemeriahan JiFFest tahun ini adalah Vicky Cristina Barcelona karya Woody Allen. Dengan bintang-bintang Scarlett Johansson, Javier Bardem dan Penelope Cruz, ditambah dengan pemandangan alam Barcelona, film ini membawa penontonnya ke suasana yang ceria dan menyenangkan, selayaknya kesan yang ingin JiFFest berikan ke para penonton setelah festival ini usai penayangannya.
Di samping pemutaran film, akan ada kegiatan pendukung seperti Producers Panel, Master Class on Film Criticism with Russell Edwards (Australia, Variety), Retrospective of Taku Furukawa, diikuti dengan Master Class Animation, dan panel khusus Indonesian Film Revival yang akan menghadirkan pembicara dari kalangan perfilman, perindustrian dan pemerintahan untuk membicarakan masa depan industri film Indonesia.
Untuk menonton film-film di JiFFest, penonton dapat mendaftarkan keanggotannya di tempat-tempat yang telah ditunjuk JiFFest. Setelah mendaftar, penonton dapat mendapat kartu keanggotaan yang digunakan sebagai tanda masuk pemutaran film-film di JiFFest.
JiFFest tahun ini berjalan atas dukungan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Departeman Kebudayaan dan Pariwisata, dan Dewan Kesenian Jakarta. Dukungan juga datang dari BNI 46, Garuda Indonesia, Hivos, InterContinental Jakarta MidPlaza, Astro Kirana, TNT, Alif, Lentera Hati, Komnas Perempuan, 21 Cineplex, Blitz Megaplex dan Jive.

Contact Information:
Jl. Sutan Syahrir I C/3-4
Jakarta 10350
Phone: +62-21-31925115
Fax: +62-21-31925360
Email: info@jiffest.org
Website: http://www.jiffest.org/










Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.