5 Sutradara Perempuan Ikut ‘9808’ Angkat Tragedi Mei 1998

Di lingkungan komunitas film yang berkedudukan di Jakarta, 10 tahun Reformasi ditinjau kembali dengan menciptakan sebuah antologi film-pendek karya 10 sutradara muda Indonesia, enam di antaranya perempuan. Mereka menamakan diri Proyek Payung dan mengemas kesepuluh karya tersebut dengan judul ‘9808’, suatu acara pemutaran film dan diskusi yang berkeliling di dalam negeri maupun di luar negeri mulai bulan Mei hingga November 2008 (lihat jadwal di website resmi >> 9808)

Penulis-skenario (Garasi, Banyu Biru, Eliana Eliana, Ada Apa Dengan Cinta) Prima Rusdi, salah satu penggagas dan koordinator Proyek Payung, dalam wawancara dengan Footage (www.jurnalfootage.net) menerangkan mengapa mereka memilih tema Tragedi Mei 1998: “Satu hal yang jelas, Reformasi itu pernah menjadi titik balik kehidupan kita sebagai orang Indonesia. Jadi tak ada yang tidak terkena euforia Reformasi sepuluh tahun lalu. Kami juga menilai ada peranan signifikan dari anak muda waktu itu. Tak ada catatan lain soal progresi reformasi kecuali masalah transisi tak berkesudahan, juga liputan media yang cenderung hanya menyorot masa transisi ini dari sudut pandang penguasa atau elit politik. Dengan demikian, waktu satu dekade itu ternyata bisa berlalu begitu cepat, dan bisa saja tidak menghasilkan apa-apa.”

Menurut Prima, gagasan terpicu di penghujung tahun 2007 ketika ia makan bakwan di sebuah warung bersama dua sutradara muda yang tidak asing lagi di lingkungan komunitas film independen, Hafiz dan Edwin. Setelah menyebar email, gagasan mereka didukung oleh banyak rekan. Sesungguhnya, menurut Prima, pengkurasian untuk ‘9808’ sudah mulai waktu mereka bertiga memilih 10 nama peserta di awal tahun 2008. Lima sutradara perempuan yang karyanya disertakan pada ‘9808’ adalah Anggun Priambodo, Ariani Darmawan, Ifa Isfansyah, Otty Widasari, dan Ucu Agustin.

Film-film yang diputar di ajang ‘9808’:

Di mana Saya? [Anggun Priambodo | 2008| 10:39]

Produser, Sutradara, Penulis: Anggun Priambodo

Ada di mana diri Anda pada bulan Mei sepuluh tahun silam (1998)? Melalui “Di Mana Saya?”,  Anggun Priambodo menelusuri kisah sejumlah ‘orang biasa’ setelah satu dekade reformasi berlalu melalui foto-foto mereka saat sedang berada dalam beragam kegiatan saat itu.

Sugiharti Halim [Ariani Darmawan | 2008| 09:52]
Produser, Sutradara, Penulis: Ariani Darmawan
Pemeran: Nadia, Hengky Hidayat
Penata Kamera/DOP: Joedith Tjhristianto
Penyunting Gambar: Astu Prasidya
Penata Artistik: Prilla Tania
Tata Suara: Ariani Darmawan

Apa artinya sebuah nama? Bagi Sugiharti Halim, ternyata nama berarti sejumlah pertanyaan panjang. Kadang kocak, kerap menjengkelkan, dan yang jelas penuh kontradiksi: Apa benar seseorang perlu nama ‘asli’? Apa betul nama bisa dijual? Apa iya identitas bisa disamarkan di balik sebuah nama? Sugiharti Halim menawarkan sebuah cara pandang yang jenaka, ‘nyelekit’, sekaligus kontekstual untuk ditilik lagi hari ini. *) Keppres nomor 127/U/Kep/12/1966 mewajibkan WNI etnis Cina untuk mengadopsi nama bernada Indonesia (contoh: Liem menjadi Halim, Lo/Loe/Liok menjadi Lukito dll).

Trip To The Wound [Edwin | 2007| 06:42]
Produser: Meiske Taurisia
Sutradara, Penulis: Edwin
Penata Kamera: Sidi Saleh
Pemain: Ladya Cherryl
Penyunting: Herman Kumala Panca
Musik: Windra Benyamin
Suara: Iponxonik

Suatu malam, saat menaiki sebuah bus, Shilla berjumpa dengan Carlo. Shilla adalah seorang kolektor. Ia mengoleksi kisah-kisah di balik bekas luka. Carlo tak akan bisa melupakan perjalanan itu.

Bertemu Jen/Meet Jen [Hafiz | 2008 | 16:39]
Produser, Sutradara, Penulis: Hafiz

Hidup telah memberikan banyak waktu, tapi gue tidak pernah memanfaatkan waktu itu untuk hidup gue.” Jen adalah orang biasa yang punya mimpi dan cita-cita. Tapi waktu telah banyak menggerus diri Jen. Banyak yang terlewatkan. Namun, apa yang sebenarnya dilakukan Jen dalam sepuluh tahun terakhir? Perubahan rezim tak banyak mengubah hidupnya. Peristiwa sepuluh tahun silam hanyalah kenang-kenangan visual seperti saat dia hadir di hadapan Jen. Kenangan itu hanya menjadi ‘film’ ingatan tentang sebuah peristiwa.

Huan Chen Guang /Happiness Morning Light [Ifa Isfansyah | 2008| 15:00]
Produser, Sutradara, Penulis: Ifa Isfansyah
Produser Pelaksana: Bae Chun Yeok
Kamera: Tran Hoai Nam
Penyunting: Kim Jae Rim
Suara: Hae Kyong, Jung Woan

Chen Guang adalah perempuan China berusia 21 tahun dan tinggal di Beijing. Ibunya yang orang Indonesia meninggal pada saat terjadi kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Lalu Chen Guang pergi ke Korea, tujuannya adalah ingin menutup kenangan buruk yang selalu ada di dirinya dengan sebuah kenangan yang indah. Hari pertama di Korea Chen Guang bertemu dengan Huan, yang juga seorang perempuan China sebayanya yang sudah lama tinggal di Korea. Kemudian mulailah perjalanan dua perempuan tersebut. Setelah seharian menghabiskan waktu bersama, Chen Guang dan Huan menginap di sebuah motel kecil di kota Busan. Mereka tidur di salah satu kamar motel itu. Hampir tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Paginya, Chen Guang memutuskan untuk pulang ke Beijing karena merasa sudah memperoleh apa yang ia cari, kebahagiaan.

A Letter of Unprotected Memories [Lucky Kuswandi | 2008| 09:37]
Produser, Sutradara, Penulis: Lucky Kuswandi

Lucky Kuswandi mengajak kita serta ke dalam sebuah perjalanan personal yang dialaminya ketika Imlek kini menjadi ‘tanggalan merah’. Perayaan hari istimewa itu senantiasa membawanya kembali ke masa kecilnya saat perayaan Imlek masih dilarang, dan beragam keunikan perayaan Imlek di kalangan terdekatnya, baik dulu maupun sekarang, serta pertanyaan besar yang terus diajukannya tiap kali Imlek tiba.

*) Selama 33 tahun, perayaan Imlek dilarang di Indonesia berdasarkan Inpres No. 14/1967, yang baru dicabut melalui Keppres No.6/2000 di masa kepresidenan Gus Dur dan diperkuat dengan Keppres No. 19/2002 di masa kepresidenan Megawati yang meresmikan perayaan Imlek sebagai salah satu hari libur nasional.

Kemarin [Otty Widasari | 2008 | 13:02]
Produser, Sutradara, Penulis: Otty Widasari

Masa muda, perkawinan kematian, kelahiran, tumbuh dan berproses serta ‘makan dan mencari makan’, merupakan siklus alamiah kehidupan di bumi. Jangka waktu sepuluh tahun ditarik dan dimasifkan menjadi satu bingkai sebuah autobiografi.

Yang Belum Usai [Ucu Agustin | 2008 | 09:26]
Produser/Producer, Sutradara/Director, Penulis/Writer: Ucu Agustin

Ibu Sumarsih adalah ibu dari Wawan, salah seorang mahasiswa yang menjadi korban Tragedi Semanggi 1. Sejak tewasnya Wawan, Ibu Sumarsih tak henti menuntut keadilan hingga kini. Ibu Sumarsih sudah bertekad untuk melanjutkan perjuangan putranya demi tegaknya supremasi hukum di negeri ini. Akankah ia berhenti?

Sekolah Kami, Hidup Kami (Steve Pillar Setiabudi | 2008 | 11:45]
Produser/Producer, Sutradara/Director, Penulis/Writer: Steve Pillar Setiabudi

Pembuat film dokumenter Steve Pillar Setiabudi (Pilar) awalnya hendak menguji kadar kesadaran politik para subjeknya yang masih belia, murid-murid kelas tiga SMA yang akan segera menapak ke Perguruan Tinggi juga menjadi para pemilih di PEMILU 2009. Dalam perkembangannya, para murid kelas tiga di sebuah SMA di Solo ternyata tak hanya bermimpi di siang hari tanpa melakukan apa-apa untuk mewujudkan perubahan, mereka dengan cara yang matang dan sistimatis berhasil mengumpulkan sejumlah bukti praktik korupsi yang selama ini berlangsung di sekolah mereka. Dan inilah titik balik bagi para remaja itu dalam memahami di mana letakknya masa depan yang lebih baik bila bukan di tangan mereka sendiri.

Kucing 9808, Catatan Seorang (Mantan) Demonstran [Wisnu Suryapratama | 2008| 11:04]
Produser, Sutradara, Penulis: Wisnu Suryapratama

April 1998 – Wisnu ‘Kucing’ Suryapratama dikenal sebagai salah satu aktivis KA KBUI (Kesatuan Aksi Keluarga Besar UI). Dia adalah koordinator acara Posko KA KBUI yang mengatur jalannya hampir semua aksi demonstrasi KBUI dari awal sampai akhir. April 2008 – Seorang Wisnu sekarang telah menjadi bapak, pekerja film freelance, suami dengan segala kesibukan pribadinya. Masih adakah sisi demonstran dalam dirinya?

Trailer 9808

 

Sumber: www.jurnalfootage.net + http://9808films.wordpress.com

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: