AADC2 Tembus 183 Bioskop Lokal, 59 Malaysia dan 4 Brunei

Riri Riza, Mira Lesmana, Melly Goeslaw, dan Anto Hoed (dari kiri ke kanan) siap menuju acara karpet merah dan gala premiere film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC? 2) yang diselenggarakan di Cathay Cineplexes, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (26/4/2016) malam.

 

[KOMPAS.COM + TABLOIDBINTANG.COM] – Film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC? 2) diputar serempak di gedung-gedung bioskop Indonesia, Malaysia, dan Brunei mulai 28 April 2016.

Produser film tersebut, Mira Lesmana, mengumumkan hal itu melalui akun Twitter-nya, @MirLes, pada 27 April 2016.

Mira mengumumkan pula bahwa film itu diputar di 183 layar di Indonesia, 59 layar di Malaysia, dan empat layar di Brunei.

“BESOK! Ada Apa Dengan Cinta? 2 tayang di 183 layar Indonesia, 59 layar Malaysia, 4 layar Brunei. Yuk #NontonRame2AADC2,” tulis Mira.

Masih melalui akun Twitter-nya, Mira mengabarkan bahwa tim AADC? 2 menghadiri acara karpet merah dan gala premiere film tersebut di Cathay Cineplexes, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (26/4/2016) malam.

Tim tersebut terdiri atas produser Mira Lesmana, sutradara Riri Riza, Melly Goeslaw dan suaminya Anto Hoed yang menggarap album soundtrack film tersebut, serta para bintang film itu, yaitu Dian Sastrowardoyo (pemeran Cinta), Nicholas Saputra (Rangga), Adinia Wirasti (Carmen), dan Titi Kamal (Maura).

Mira juga mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama Riri, Melly, dan Anto siap menuju acara karpet merah dan gala premiere film tersebut.

“With @rizariri @melly_goeslaw AntoHoed – Siap2 ke Gala Premiere di Kuala Lumpur for #AADC2Malaysia malam ini!” tulis Mira.

Selain itu, ia mengunggah pula video pendek suasana acara karpet merah film tersebut. “Suasana Red Carpet #AADC2Malaysia bersama @therealDiSastr @AdiniaWirasti @Sysiio @Titi_KamaLL @nicsap (Selasa),” tulis Mira lagi pada Selasa malam.

Melly Goeslaw + Anto Hoed, pencipta soundtrack AADC? dan AADC?2 yang sukses.

Melly Baru Percaya Waktu Mira Menemuinya

“Waktu itu Mira menelepon suami saya, memastikan Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC2) akan diproduksi. Bahwa saya dan Mas Anto akan mengerjakan soundtrack-nya lagi. Mas Anto kemudian mengabari namun saya tidak percaya. Beberapa hari kemudian, Mbak Mira dan Riri bertamu ke rumah. Barulah saya percaya mimpi menjadi nyata,” ujar Melly Goeslaw di Jakarta, pekan lalu.

Kegembiraan pencipta lagu “Tegar” dan “Menghitung Hari” tak bertahan lama. Pasalnya, Melly menyadari Mira baru saja meletakkan tanggung jawab berat di pundaknya. “Ada Apa dengan Cinta?” contoh sempurna kala kita membahas film yang hebat secara kualitas dan dahsyat secara penjualan. Album soundtrack AADC? yang dirilis Aquarius sebulan sebelum filmnya dirilis terjual 600 ribu kaset lebih. Album ini diganjar empat platinum dan menjadi yang tersukses di awal milenium baru.

Beberapa hari setelah Mira dan Riri bertamu, ia melakukan diskusi panjang tentang bagaimana konsep album itu nanti. Empat belas tahun berlalu, banyak yang berubah dalam hidup Cinta, Rangga, Mili, Karmen, Alya, dan Maura. Empat belas tahun berlalu, wajah industri musik berubah drastis. Kaset menjadi barang klasik. Unduh menjadi ritual generik. “Pekerjaan rumah terbesar saya dan suami, mencari susunan nada yang bisa melekat di kuping dalam hitungan detik. Saya berduet dengan dua vokalis pria pendatang baru. Belum bisa dibocorkan semuanya. Ada dua lagu dari album Ada Apa Dengan Cinta? (2002) yang diaransemen ulang. Sejauh ini sudah terkumpul lima lagu,” Melly menukas.

Sutradara Riri Reza dan produser Mira Lesmana saat produksi AADC?2, November 2015.

Pertaruhan Besar Bagi Melly Maupun Mira

Proyek AADC2 bukan hanya pertaruhan bagi Melly Goslaw. Mira Lesmana mengaku, membuat sekuel itu pertaruhan besar. Mira belum pernah menggarap sekuel. Kalau pun pernah, Sang Pemimpi. Itu karena diadaptasi dari novel berseri. Mira menganut prinsip kalau membuat sekuel hanya karena film sebelumnya sukses, rasanya terlalu dangkal dan berisiko. Jika kualitas film sekuel itu tidak lebih baik dari pendahulunya, maka citra film tersebut ambruk. Sekuel, hal yang sebisa mungkin dihindari. Namun, kisah Rangga dan Cinta sebuah pengecualian. Ide membuat sekuel terbersit kali pertama pada 2012.

Kala itu, Mira bikin reuni dengan para pemain dan kru AADC? di Gedung PPHUI, Jakarta. Saat itulah, dia melihat perubahan signifikan. Dian Sastrowardoyo dan Titi Kamal berumahtangga. Ladya Cheryl, Sissy, dan Adinia Wirasti juga berubah. “Persahabatan mereka selama 10 tahun sangat menakjubkan. Saat itulah terbersit dalam pikiran saya mengapa tidak melanjutkan kisah ini,” ujar Mira.

Kisah Cinta-Rangga mewakili sebuah generasi. Kalau kemudian banyak yang mempertanyakan mengapa setelah 14 tahun, Mira terinspirasi dari film peraih Oscar, Boyhood. Sineas Richard Linklater benar-benar mengikuti kisah si tokoh utama dari kecil hingga masa puber. Boyhood dibuat selama 13 tahun dan mendapat banyak pujian dari banyak festival film di seluruh dunia. “AADC2 tidak dibuat selama belasan tahun. Semangat menggambarkan perubahan secara real itu yang kami usung. Cinta, 14 tahun lalu adalah high school sweetheart, sempat terpisah belasan tahun, lalu apa jadinya setelah mereka berusia kepala tiga?” urainya. Terkait mengapa bukan Rudi Soedjarwo yang menggarap AADC2 Mira punya jawaban sendiri.

“Ketika AADC digagas, yang duduk semeja dan menggagasnya adalah saya, Prima Rusdi, dan Riri Riza. Saat itu, kami tertarik dengan energi Rudi Soedjarwo. Ia menyutradarai dengan sangat hebat. Kemudian Rudi menjalankan kariernya dengan sangat menarik sampai sekarang. Interaksi kami jarang. Tapi kami tetap saling kontak lewat ponsel. Riri memiliki kedekatan dengan skenario dan penokohan. Saya dan Rudi tidak ada apa-apa,” Mira mengakhiri perbincangan. :: KOMPAS.COM/ apr2016/ TABLOIDBINTANG.COM/ 7nov2015

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: