Aliansi Perempuan Peduli Lingkungan Hidup

Pembangunan konvensional yang tidak mengakomodasi aspek lingkungan di satu pihak berhasil menaikkan produksi barang dan jasa secara melimpah, tetapi di pihak lain menimbulkan ketimpangan pendapatan penduduk antar dan dalam negara.

Prof. Dr. Emil Salim, 2006

Perempuan merupakan salah satu major group kelompok sumberdaya manusia di masyarakat, yang mempunyai potensi besar sebagai kelompok mandiri penunjang pembangunan. Kelompok perempuan telah disepakati memiliki posisi yang sangat strategis dalam KTT Bumi yang diselenggarakan di Rio Janeiro, Brasil tahun 1992 yang menyepakati untuk melaksanakan Agenda 21 sebagai dokumen yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Kemudian ditindaklanjuti pada KTT Perempuan di Beijing Tahun 1995 yang menghasilkan Deklarasi Beijing berisikan 12 Critical Areas, di antaranya tindak pelibatan perempuan dalam pengambilan keputusan pengelolaan lingkungan hidup .

Selanjutnya pada KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg Tahun 2002, masyarakat dunia menyepakati posisi penting dalam mencapai pola produksi dan konsumsi yang berwawasan lingkungan serta pendekatannya pada pengelolaan SDA yang berkelanjutan.

Kesepakatan terhadap posisi strategis permpuan dalam berbagai forum internasional dalam membuka peluang bagi penyelesaian masalah yang terkait antar perempuan dan pembangunan berkelanjutan khususnya masalah lingkungan hidup. Pembagian peran perempuan dalam kehidupan sosial seringkali menempatkan intensitas perempuan lebih sering dengan lingkungan hidup yang menyebabkan perempuan lebih peka dalam mengelola lingkungan sekitarnya.

Kemampuan berkelompok perempuan memungkinkan terbentuknya suatu “gerakan” yang mempunyai kekuatan besar dalam mempengaruhi kebijakan-kebijakan pemerintah yang kurang sesuai. Oleh sebab itu, perempuan mempunyai hak untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya mengenai keterkaitan perempuan dan lingkungan hidup sehingga peran, akses, dan control serta manfaat yang diterima kaum perempuan dapat lebih maksimal.

I. VISI dan MISI

VISI

Terwujudnya komitmen bersama antara kepentingan kelompok perempuan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutanyang berwawasan lingkungan.

MISI

Mensinergikan kepentingan kelompok perempuan dan upaya pengelolaan lingkungan hidup.

Mewujudkan komitmen dan keterpaduan antara kelompok perempuan , pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan upaya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

II. TUJUAN

Tujuan

  1. Melaksanakan koordinasi, meningkatkan komunikasi, informasi dan pendidikan mengenai lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan antar kelompok perempuan.
  2. Mengembangkan jejaring antar pemerintah , masyarakat , dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya berkaitan dengan pengelolaan lingkungasn hidup.
  3. Memberikan masukan pada pemerintah dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan dan program tentang pengelolaan lingkungan hidup yang berorientasi pada pengarus utamaan gender.
  4. Meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

III. RENCANA PROGRAM

  1. Penanganan dampak sosial terhadap permpuan sebagai kurban bencana alam dan pencemaran lingkungan
  2. Meningkatkan pengetahuan tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan dalam pendidikan formal dan informasi
  3. Meningkatkan akses informasi dan komunikasi permasalahan lingkungan dan perempuan serta pemecahan permasalahannya
  4. Pemanfaatan limbah sebagai sumber alternative peningkatan ekonomi keluarga
  5. Gerakan pemberdayaan pengelola sampah mandiri.

IV. SUSUNAN ORGANISASI

Susunan organisasi APPLH Jatim terdiri atas :

A. Pengurus

  1. Pelindung terdiri dari para pengambil keputusan.
  2. Penasehat berasal dari para pakar dan pemerhati lingkungan hidup dan pemberdayaan perempuan
  3. Pelaksana berasal dari para pakar dan pe, erhati lingkungan serta pemangku kepentingan lainnya.

B. Anggota

  1. Dinas/Instansi terkait tingkat Propinsi
  2. Dinas/Instansi terkait kabupaten/Kota.
  3. Kelompok/tokoh masyarakat peduli lingkungan hidup .
  4. Dunia usaha
  5. Akademisi /Perguruan Tinggi
  6. Pakar lingkungan hidup.
  7. Assosiasi profesi.
  8. Organisasi perempuan
  9. Organisasi masyarakat.
  10. Media Masa.
  11. Pemangku kepentingan lainnya.

V. SEKRETARIAT

Sekretariat :

Bapedal Propinsi Jawa Timur
Jl. Wisata Menanggal No.38
Surabaya, Jawa Timur

Contact person : Henny Sutji Tresnowati
Telp. : 031-8543852 ext 112
Fax : 031-8543851

Info lebih detail dapat menghubungi:

Bidang Pengembangan Kapasitas BAPEDAL Propinsi Jawa Timur
Jl. Wisata Menanggal No.38, Surabaya, Jawa Timur
Telp (031) 8543852-53
Fax (031) 8543851

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: