Amanda Surya, Kartini di Kantor Pusat Google Inc.

Oleh Yansen Kamto*

Amanda Surya bersama dengan penulis, Yansen Kamto di San Francisco, Mei 2013.

Amanda Surya bersama dengan penulis, Yansen Kamto di San Francisco, Mei 2013.

[KOMPASTEKNO] — Seperti yang telah saya janjikan di tulisan sebelumnya mengenai perempuan-perempuan hebat di Google, kali ini saya akan menampilkan sosok perempuan asli Indonesia yang telah berkiprah selama hampir 7 tahun di markas besar Google di Mountain View, California. Perempuan yang sangat saya kagumi ini bernama Amanda Surya, kelahiran Jakarta, dan masih memegang paspor Indonesia walaupun telah menjalani setengah kehidupannya di negeri orang.

Perkenalan saya dengan Amanda dimulai sejak acara Google DevFest 2011 di Hotel Marriot, Jakarta, dua tahun silam. Pada saat itu, jabatan Amanda adalah developer relations untuk YouTube.

Di ajang “Google I/O 2013”, saya tidak sengaja berjumpa lagi dengan perempuan cantik ini ketika sedang melintas di depan booth Google Wallet. Sesaat saya menyadari sebuah wajah yang tidak asing dan ternyata itu benar Amanda Surya. Langsung saya hampiri sambil memperkenalkan diri kembali. Tak disangka, ia masih ingat dengan saya! “Gua masih ingat sama elu kok!” ucapnya.

Begitu senangnya saya bertemu dengan sesama anak Indonesia di kancah internasional seperti ini. Yang lebih membanggakan lagi adalah ketika Amanda bercerita bahwa sekarang dia menangani developer relations untuk Google Wallet. Dia memimpin tim yang bertanggung jawab untuk membangun dan menjaga hubungan dengan para developer partner yang mengembangkan berbagai aplikasi seputar teknologi Google untuk commerce. Bagi saya, kesempatan bertemu dengan Amanda ini sangatlah langka sehingga saya langsung mengajak dia bertemu makan siang keesokan harinya untuk mengobrol, yang kisahnya saya rangkum berikut ini.

Dari Software Engineer Melejit Ke Tim Inti Google Inc.

Amanda Surya presentasi untuk Google inc. Foto: infospesial.net

Amanda Surya presentasi untuk Google inc.
Foto: infospesial.net

Amanda memulai kariernya di Google Mountain View sejak tahun 2007. Selepas menamatkan kuliahnya di Amerika Serikat, Amanda sempat bekerja sebagai software engineer di perusahaan besar sekelas AT&T dan Bank of America di negeri Paman Sam ini. Memilih karier sebagai software engineer bagi seorang perempuan saja sudah membuat saya berdecak kagum, apalagi keahliannya ini sampai dipercayai oleh perusahaan kelas dunia.

Rupanya, sepak terjang Amanda terpantau juga oleh sang raksasa teknologi Google Inc. yang kemudian menghubunginya dan menawarkan sebuah posisi sebagai developer relations di tahun 2007. Pada awalnya, Amanda tidak begitu mengerti seperti apa tanggung jawab untuk posisi tersebut. Setelah mencari tahu dan menjalani proses wawancara yang tidak pendek, Amanda memulai petualangannya di Google Inc. pada tahun itu dan bahkan termasuk di dalam tim awal yang membentuk Divisi Developer Relations di Google Inc. hingga sesolid sekarang.

Sebagai seorang yang dipercayai mengurusi developer relations, Amanda sehari-hari bekerja dengan para developer partner yang mayoritas adalah pria. Tentunya ini bukan sebuah tanggung jawab yang mudah dan sederhana buat seorang perempuan muda, apalagi ia kini sudah berkeluarga dan memiliki dua putra berusia 7 dan 2 tahun. Ia mampu menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan rumahtangganya dengan baik sehingga Google Inc. memercayainya untuk memegang berbagai produk, mulai dari Google Apps, Google App Engine, Google TV hingga YouTube, dan sekarang Google Wallet. Amanda juga terlibat aktif dalam program Women Techmakers, di mana ia turut aktif mempersiapkan sesi “7 Techmakers and a Microphone“.

Satu-satunya Perempuan dan Orang Asia di Ajangnya

Pada hari terakhir acara, para penyelenggara Google Developer Group (GDG) dari seluruh dunia berkesempatan bertemu dengan para  pelaksana developer relations dari semua produk Google, di mana masing-masing memberikan rangkuman tiga menit mengenai fitur terbaru dan perkembangan teknologi dari produk bersangkutan yang diperkenalkan selama “Googlle I/O 2013”. Di layar acara, terpampang semua nama Developer Relations Google Inc. yang akan tampil untuk memberikan rangkuman tersebut. Rasa kaget dan bangga bercampur jadi satu saat saya melihat ada nama yang sangat saya kenal, yaitu Amanda Surya, sebagai satu-satunya developer relations berdarah Asia. Terlebih lagi, dia juga satu-satunya perempuan di daftar itu!

Saya sangat bangga dengan pencapaian Amanda dan saya yakin ia akan jadi lebih hebat. Amanda adalah satu bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu bersaing dengan talenta luar, termasuk di industri teknologi yang didominasi oleh pria. Saya juga percaya akan lahir lebih banyak lagi Amanda-Amanda lain yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Salut dan maju terus untuk Amanda Surya. Maju terus perempuan Indonesia! :: KOMPASTEKNO/23mei2013

*Yansen Kamto adalah CEO Kibar, sebuah perusahaan konsultan digital yang mengkhususkan diri di industri teknologi dan kreatif.

Penulis menghadiri konferensi developer “Google I/O 2013” di San Francisco, Amerika Serikat, dari 15 hingga 17 Mei 2013. Tulisan ini merupakan bagian dari artikel berseri di Kompas Tekno yang membahas liputan dan pengalaman langsung selama berlangsungnya Google I/O.

via Amanda Surya, Kartini di Kantor Pusat Google | KOMPAS TEKNO.

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: