Antisipasi Ledakan Penduduk Lansia Di Indonesia

[KAPANLAGI.COM] – Pihak Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia memprediksi akan terjadi lonjakan (boom) jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di negara Indonesia menyusul kian membaiknya tingkat kesejahteraan yang diiringi kian membaiknya pula tingkat derajat kesehatan masyarakat.

“Menjadi lansia bukanlah pilihan, tetapi melihat tingkat kesehatan dan kesejahteraan belakangan ini maka lansia merupakan sebuah kehidupan,” kata Deputi Bidang Perlindungan Perempuan, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan RI, Drs. Subagio di Banjarmasin, Kamis (18/9/2008).

Ia berada di Banjarmasin untuk menghadiri acara sosialisasi perlindungan perempuan lansia dan penyandang cacat tingkat Kota Banjarmasin. Subagio menjelaskan penduduk yang disebut lansia adalah yang berusia di atas dari 60 tahun.

Menurutnya, komposisi penduduk Indonesia belakangan ini kian terbalik, angka kelahiran sudah tidak terlalu meningkat lagi, tetapi jumlah angka harapan hidup yang terus meningkat, yang pada gilirannya akan menimbulkan jumlah penduduk lansia terus membengkak secara drastis.

Pada tahun 1971 lalu penduduk Indonesia yang dikategorikan lansia masih sekitar 4,5%, atau 5,3 juta orang, sementara penduduk kategori usia di bawah lima tahun (balita) sebesar 16,1%.

Namun pada tahun 2000 jumlah lansia Indonesia sudah mencapai tiga kali lipat yakni menjadi 14,4 juta orang.

Pada tahun 2005 kondisi komposisi penduduk Indonesia telah berubah yang menjadikan penduduk lansia mencapai 7% dan balita 8,2%.

Sedangkan ramalan pihak badan kesehatan dunia WHO bahwa penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2020 mendatang sudah mencapai angka 11,34% atau tercatat 28,8 juta orang, balitanya tinggal 6,9% yang menyebabkan jumlah penduduk lansia terbesar di dunia.

Melihat tingkat kesehatan dan kesejahteraan kian membaik maka angka harapan hidup penduduk Indonesia juga kian meningkat pula, khususnya perempuan di mana usia perempuan akan lebih panjang.

Usia lanjut khususnya perempuan bukan berarti tidak meninggalkan masalah di tengah masyarakat, makanya perlu antisipasi dan penanganan dalam menghadapi boom lansia tersebut.

Menurut Subagio terdapat dua model penanganan lansia, ada lansia yang memang tidak produktif ditangani secara khusus, tetapi ada pula lansia walau udah tua tetapi masih produktif. Mereka yang masih produktif khususnya perempuan bisa diarahkan ke dalam kegiatan ekonomi produktif. [kpl/rif/foto oleh kristineinindonesia]

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: