DJ Milinka + DJ Devina Pelopor DJ Perempuan Indonesia

“DJ Cewek Selalu Dibilang Lemah”

Oleh Agusta B. Sirait/inilah.com

INILAH.COM, Jakarta – Musik menghentak. Malam pun kian riuh. Namun, jemarinya masih sangat lincah memutar, menggesek dan memainkan piringan hitam. Kepiawaiannya meramu berbagai jenis musik selalu sukses menimbulkan sensasi.

Akrab disapa Milinka, artis, model sekaligus DJ (Disc Jockey) ini merupakan duo pelopor DJ perempuan di Indonesia bersama karibnya Devina. Gadis peranakan Yugoslavia-Indonesia ini memulai kariernya pada November 2005 dengan grup Electric Barbarellas.

Selain pernah menjadi mantan kontingen wakil Jakarta pada ajang pemilihan Putri Indonesia 2004, Milinka pernah mendapat penghargaan sebagai Best Rookie DJ 2006 dari Paranoia Award, Best Rookie dan Best Female dari Redma Award pada 2007.

Meski tuntutan profesi mengharuskan bekerja hingga pagi, ia tak lantas larut dalam gemerlapnya dunia hiburan yang lekat dengan bermacam perilaku negatif. Ia pun kerap kerja keras membuktikan bahwa pekerjaan sebagai DJ tidak selamanya negatif.

“Menurut saya, orang yang berpandangan negatif tentang DJ perempuan itu karena mereka tidak tahu liku-liku dan perkembangan DJ sekarang,” ujar pemilik nama lengkap Milinka Mikaela Radisic ini.

Di sela-sela istirahatnya usai nge-DJ, Milinka menyediakan waktunya berbincang dengan INILAH.COM.

Apa menariknya profesi DJ untuk Anda?

Menurut saya, DJ itu adalah pekerjaan artistik. Tidak sembarangan orang bisa menjalaninya. Menjadi DJ itu harus datang dari dirinya. Jadi, ini perbedaan antara DJ sejati dan DJwannabe.

Perbedaannya seperti apa?

Kalau DJ wannabe, mereka hanya tampil, tapi setelah itu tidak tahu lagi mau ngapain. Mereka tidak tahu bagaimana menjadi seorang DJ yang maju dan membuatcrowd senang.

Tapi kalau DJ sejati itu kelihatan dari cara bermainnya. DJ sejati pasti mainnya sangat antusias, membawakan lagu-lagunya denganfeeling, flow lagunya bagus, trus semakin hari semakin matang dan pasti DJ sejati bikin lagu sendiri.

Hal apa yang paling tidak Anda lupakan menjadi seorang DJ?

Ketika saya bisa nge-dj selama 24 jam nonstop pada November tahun lalu, di K7 Executive Lounge. Saat itu saya seneng banget karena ada 44 DJ, dari yang paling senior sampai Dj yang baru-baru yang mendukung saya saat itu.

Musik apa yang menjadi pengaruh dari permainan DJ Anda?

Influence-nya sih banyak banget, ya. Yang jelas Paul Van Dyk punya pengaruh besar dalam musik saya.

Menurut Anda, bagaimana perkembangan DJ-DJ di Indonesia saat ini?

Menurut saya bagus sekali, karena disc jockey itu sekarang bukan hanya diperlukan pada malam hari saja. Jadi dari siang hari sampai untuk di kantor, acara perkawinan, dan acara ulang tahun. Dan mungkin jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan menyewa sebuah band.

Jadi DJ itu bukan suatu hal negatif. Banyak orang tertarik untuk menjadi salah satunya. DJ-DJ female sekarang sudah mulai banyak, tetapi mungkin nama mereka belum begitu terdengar.

Bagaimana pendapat kamu tentang orang yang berpandangan negatif terhadap DJ perempuan?

Saya nggak mau ambil pusing. Karena menurut saya, orang yang berpandangan negatif tentang DJ perempuan itu karena mereka tidak tahu liku-liku dan perkembangan DJ sekarang.

Sekarang begini, orang ngomong kalau seorang perempuan menjadi DJ itu jelek, tidak cowok-tidak cewek. Pekerjaan apapun, mau jadi dokter atau mau jadilawyer, pekerjaan apapun kalau memang jelek, jelek aja.

Kendala apa yang Anda hadapi terutama sebagai DJ perempuan?

Yang pasti sampai sekarang sangat susah sekali menyamakan level dengan DJ laki-laki. Karena selama ini DJ cewek itu dibilang lemah. Jadi untuk menyamakan standar dengan mereka, perlu perjuangan yang gigih dan tahan mental.

DJ cowok juga tidak akan mudah memberi kesempatan pada DJ cewek, di bidang apapun juga sama seperti itu.

Apa yang Anda lakukan menghadapi diskriminasi?

Saya harus terus latihan dan berusaha tetap konsisten agar bisa membuktikan kalau saya tidak cuma jual tampang. Saya berharap agar para DJ wanita yang lain juga terus berusaha maju dan melakukan profesinya dengan keahlian, bukan sekadar jual tampang. Karena itu kita sangat berharap pemerintah mendukung para DJ di Indonesia.

Menurut Anda, bagaimana seorang DJ bisa dikatakan suskes?

Seorang DJ bisa dibilang sukses kalau sudah diterima di dalam negeri, dikenal di negeri orang, sudah pernah bermain di lima benua, dan punya album sendiri.

Apa rencana Anda ke depan?

Saya dalam waktu dekat ini akan tandatangan kontrak dan akan mengeluarkan album. Ada lagu-lagu dari luar negeri yang di remix ulang dan ada juga lagu-lagu yang dibuat sendiri.

Tapi di album itu saya tidak sendiri. Saya akan berkolaborasi dengan DJ Reynold, dia senior saya. Dia satu-satunya DJ Indonesia yang sudah dua kali berturut-turut tur di Eropa. Dan tahun ini, padasummer [2008] nanti, saya yang akan pergi ke sana untuk menggantikan dia. [E2/L1/inilah.com/8 Maret 2008]

foto: DJ Milinka dan DJ Devina (Istimewa)

Prakarsa perempuan independen Indonesia sejak 2008.

Hak cipta isi milik sumber masing-masing naskah.