Hati Emas Membawa Lusia Efriani Ke Emas Hitam

Lusia Efriani membuka lapangan kerja bagi ratusan ribu masyarakat Riau dengan memproduksi arang batok kelapa.

[WIRAUSAHANEWS] –  Optimisme Lusia Efriani (31) adalah bagian dari gambaran optimisme anak muda yang tetap memandang Indonesia sebagai negara yang penuh berkah. Lautnya menghasilkan aneka ikan, pantainya yang subur menumbuhkan pohon nyiur yang menghasilkan buah kelapa. Garis pantai yang memanjang, dengan nyiur yang melambai-lambai, membuat Lusi jatuh hati pada pantai, pada buah kelapa, dan kemudian arang tempurungnya, yang berwarna hitam.

Baginya, arang tempurung kelapa membawa cerita tersendiri dalam hidupnya. Cerita tentang kesederhanaan, cerita tentang keberpihakan orang-orang yang tak berdaya di era persaingan bisnis yang kian ketat, dan keberpihakan terhadap alam yang telah memberikan anugerah yang besar kepada Indonesia.

Kehidupan alumnus Sastra Inggris Universitas Airlangga yang tertambat tidak sengaja di Kepulauan Riau, yang kaya nyiur dan ikan ini menguatkan keyakinannya, bahwa Indonesia tidak layak menjadi negara miskin, terlebih menjadi negara gagal yang sering kita dengar akhir-akhir ini.

“Bukankah semua potensi dan kekayaan alam yang ada ini adalah sebuah anugerah, mengapa kita tidak mengolah semua yang telah disediakan oleh Tuhan dengan penuh berkah ini untuk kesejahteraan masyarakat?” ujar Lusia. >>

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: