Lulusan ITB Lely Simatupang Godog Jago-Jago Masak

[SWA-JAKARTAPOST] – Jika Anda gemar menonton acara teve MasterChef, Anda tentu ingat dengan William Gozali, sang pemenang tahun ini. William merupakan jebolan ChezLely Culinary School, sebuah tempat kursus masak yang dirintis oleh seorang lulusan Sarjana Teknik ITB yang baru belajar memasak di usia 40 tahun.

Sarjana Teknik ini namanya Lely Simatupang. Selain melahirkan jawara MasterChef, sederet jebolan ChezLely kini menjadi ‘raja dapur’ di sejumlah restoran ternama seperti restoran Emilie, Cassis, Amus dan sejumlah hotel ternama.

Lely lahir di Pangkal Pinang 9 Januari 1963. Lulus ITB tahun 1986 dan melanjutkan pendidikan manajemen di PPM, Menteng, Jakarta. Setelah lulus, dia bekerja di restoran cepat saji McDonald selama 10 tahun dengan jabatan terakhir sebagai salah satu Direktur Purchasing. Kemudian pindah ke PT Unilever Indonesia Tbk. dengan jabatan Out-of-home Manager, Food Division.

Saat di usia 40 tahun, Lely ingin berbuat sesuatu yang berbeda bagi hidupnya. Akhirnya dia memutuskan untuk sekolah memasak selama enam bulan di Le Cordon Bleu, Paris, Prancis.

“Saat di Paris saya bersenang-senang, tapi karena sudah ada basic manajemen, maka buat saya belajar di Le Cordon Bleu merupakan investasi. Saat balik ke Indonesia saya harus menjalankan usaha sendiri,” kata Lely.

Tahun 2005 Lely resmi mendirikan ChezLely Culinary School. “Saya tidak tertarik membuat restoran. Cara saya menilai kesuksesan bukan lagi dengan Rupiah. Saya ingin sesuatu yang lebih kualitatif, bukan kuantitatif. Disamping itu saya juga terinspirasi oleh almamater saya, Le Cordon Bleu, yang telah berdiri lebih dari 100 tahun. Banyak orang dari penjuru dunia belajar di sana demi sebuah harapan. Maka berdirilah sekolah ini.”

Mulai Dengan Kelas yang Sepi

Di awal mendirikan ChezLely, hambatan yang dihadapi adalah bagaimana mendatangkan siswa. Awal-awal berdiri setiap kelas hanya ada 2-3 siswa. Saat ini rata-rata kelas dibatasi delapan siswa, per harinya ada total ada 24 siswa dan sudah ada ratusan siswa yang lulus.

Lely mengklaim, CezLely Culinary School merupakan tempat kursus masak profesional pertama dan hingga saat ini satu-satunya di Indonesia. “Banyak tempat kursus masak, tapi tidak ada tempat kursus masak profesional. Kalau mau belajar masak profesional harus masuk sekolah formal, seperti STP.”

Lely menginginkan setiap siswa yang belajar di ChezLely bukan hanya sekedar belajar memasak secara teori, tapi secara langsung di dapur profesional dengan pengajar chef yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun.

Selain program profesional (professional cuisine), program kursus lain yang ditawarkan ChezLely adalah program amatir, program short course dewasa, program remaja dan program anak-anak. Khusus untuk program remaja dan anak-anak dibuka setiap musim liburan sekolah.

Ada juga program memasak spesial desain untuk mengakomodasi kebutuhan klien, seperti kegiatan memasak untuk para pemegang lomba, team bulding, arisan, atau kegiatan lainnya.

Untuk mengikuti program-program tersebut, siswa dikenakan biaya mulai dari Rp 1,5 juta untuk program anak-anak hingga Rp 16 juta untuk program profesional.

Godog Talen-talen Lokal Agar ‘Mentas’ Dunia

Baru-baru ini ChezLely Culinary School meluncurkan progran baru yakni “Professional Cuisine Indonesia”. Program ini dirancang khusus untuk melengkapi para calon chef muda dengan pengetahuan dan teknik memasak kuliner Indonesia, sekaligus melestarikannya.

“Saya merasakan masakan Indonesia ini belum banyak bicara di pentas dunia. Kenapa? Mungkin karena memang belum diajarkan secara profesional, literaturnya juga sedikit. Karena itulah saya meluncurkan program professional cuisine Indonesia. Saya ingin masakan Indonesia ‘mentas’ di dunia.”

Selain membesut ChezLely, Lely juga aktif menulis dan sudah melahirkan tiga buku memasak berjudul “menu 30 hari ala chef”, “burger dan hotdog istimewa” dan “When Life Gives Me Lemons”.

Ditanya soal penerus, Lely tampak bersemangat. Perempuan single ini merasa sudah mendapat calon penerusnya yakni sang keponakan (anak dari adik bungsunya).

“Namanya Jordan Simatupang. Dia baru lulus SMA dan saat ini kuliah di Universitas Indonesia Jurusan Akutansi. Kemarin saat dapat tugas bikin business plan, timnya menang. Dia bilang setelah lulus nanti ingin membesarkan ChezLely karena brand-nya sudah bagus. Artinya, dia sudah ada ketertarikan di dunia bisnis, tinggal nanti didampingi orang yang mengerti kuliner,” tutup Lely. ::SWA/EVA/sep2013

via Lely Simatupang, Sarjana Teknik yang ‘Lahirkan’ Jago-Jago Masak | SWA.co.id.

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: