Perempuan Gunung Bitung Urun Tangan Buka Jalan

BOGORKAB.GO.ID – Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya merupakan salah satu lokasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Meski jauh dari Ibukota Kabupaten Bogor (60 km arah baratdaya dengan waktu tempuh 3 jam), desa ini terus bergeliat memajukan pembangunannya. Luas wilayah desa mencapai 1.075,56 Ha dan berada pada ketinggian 700-900 meter di atas permukaan laut.
 
Karena berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Halimun, Desa Kiarasari bercuaca dingin. Meski tergolong desa pinggir hutan, Kiarasari pernah menjadi nominasi 10 besar tingkat kabupaten sebagai desa tauladan dalam hal pembangunan infrastruktur.
 
Jumlah penduduk Desa Kiarasari sekitar 2.476 Kepala Keluarga atau 9.203 jiwa. Terdiri dari empat dusun, 8 RW dan 32 RT.  Salah satu dusun (kampung), yang bernama Gunung Bitung (RW 08), bisa disebut terisolir. Selain belum teraliri listrik, akses menuju kampung ini berupa jalan tanah yang sempit. Sehari-hari warga kampung Gunung Bitung hanya bisa melaluinya dengan berjalan kaki.  Meski panjangnya 1 km tetapi warga sudah terbiasa.
 
Sesungguhnya, kesediaan jalan setapak selebar 1 meter tersebut tetap menjadi masalah bagi warga. Kala musim hujan tiba, tak sedikit warga tergelincir jatuh ketika melintasinya. Dengan kontur naik turun bukit, permukaan tanah tidak stabil (licin). Mimpi warga untuk memiliki jalan yang memadai telah lama bersemai. Setelah puluhan tahun mimpi ini terpendam, akhirnya bersambut juga dengan penerapan PNPM Mandiri Perdesaan di wilayah itu.
 
Dorongan warga menyampaikan usulan menguat pada tahun 2013. Saat itu warga antusias mengikuti musyawarah dusun. Hasilnya, pada musyawarah pembangunan desa bulan Desember 2013, pembangunan jalan di Dusun Gunung Bitung ditetapkan sebagai prioritas. Sebagai bentuk antusias, warga berkesanggupan menyediakan swadaya. Tak hanya tenaga, mereka telah menyiapkan material berupa batu kali.
 
Setelah melalui verifikasi, usulan berupa jalan teknik fondasi telford (batu-belah) sepanjang 1 kilometer disetujui pendanaannya oleh PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp 269.288.500,- ditambah swadaya Rp. 14.023.000,-. Dana tersebut selain untuk pembangunan jalan telford juga untuk pembangunan dua unit jembatan, gorong-gorong dan TPT (Tembok Penahan Tanah). Warga Kampung Bitung pun bersukacita.
 
Pada bulan Februari 2014, selama dua minggu warga Kampung Gunung Bitung mengerahkan tenaga untuk melakukan pembukaan jalan. Sebagaimana dipersyaratkan, jalan yang layak dijadikan jalan telford harus memiliki lebar minimal 3 meter. Karena lebar jalan semula hanya 1 meter, warga kampung di sepanjang jalan bersedia menghibahkan tanah rata-rata dua meter. Bahkan demi jalan telford terwujud, mereka relakan sawah produktif untuk penambahan badan jalan.
 
Adalah kaum perempuan yang memberi andil terbesar dalam kerja fisik pembukaan jalan. Setiap hari tidak kurang dari 100 warga terlibat dengan didominasi kaum perempuan, mulai dari mengangkut batu, menguruk tanah hingga menyediakan konsumsi. Para tenaga relawan bekerja tanpa mengenal lelah karena mimpi yang lama terpendam.
 
Setelah lebar jalan terpenuhi 3 meter, menyusul proses pencairan dana, pekerjaan pun dimulai pada tanggal 11 September 2014. Pembangunan TPT didahulukan mengingat pentingnya bangunan tersebut bagi jalan. Berikutnya adalah peletakan gorong-gorong untuk kemudian dilanjutkan dengan pembangunan 1 unit jembatan. Pembangunan jalan telford dilakukan setelah dua unit jembatan selesai dibangun. Di Kampung Gunung Bitung terdapat berbagai usaha kecil, seperti kerajinan alas sepatu serta pembuatan keripik dan makanan ringan lainnya. Diharapkan, setelah jalan telford selesai dibangun, kegiatan perekonomian setempat dapat berkembang cepat. :: BOGORKAB.GO.ID/okt2014

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: