Perempuan Sederhana Berhati Baja, Ibu Para Bintang

Ditulis oleh Ust Akhmad Arqom (www.akhmadarqom.com)

[MASULUM.COM] – Perempuan itu sudah semakin renta. Seringkali penyakit darah tinggi dan asam uratnya kambuh, jika ikut repot bangun jam 2 malam dini hari untuk membantu anak perempuannya yang nomor ketiga untuk menyiapkan makanan yang akan dijualnya di Pasar Marengan, Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, pagi hari selepas subuh.

Anak-anaknya yang lain sudah hidup terpisah darinya.Anak pertamanya yang laki-laki, beserta anak nya yang perempuan yang kelima, keenam dan ketuju tinggal dan bekerja di Surabaya.Anaknya yang kedua yang laki-laki masih tinggal satu kecamatan dengan perempuan itu.Sedangkan anaknya yang bungsu, perempuan, kini tinggal di Malang.

Perempuan itu memang luarbiasa.Walaupun hanya mengenyam pendidikan madrasah ibtidaiyah dan tidak sampai lulus,dan oleh karenya hanya bisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga, perempuan itu bisa mendorong dan membiayai anak anaknya untuk bisa sekolah lebih tinggi darinya, walaupun dengan biaya yang tidak sepenuhnya bisa ditanggungnnya

Anak pertamanya laki-laki kuliah di IKIP Negri Surabaya Jurusan Pendidikan Matematika.
Anak keduanya juga laki-laki,lulus dari SMPN 1 Sumenep.
Anak ketiganya perempuan lulus SD saja.
Anak keempatnya perempuan meninggal saat masih berumur 1 tahun berbarengan saat anak pertamanya masih kelas 6 SD.
Anak kelimanya perempuan kuliah di IKIP Negeri Surabaya jurusan FISIKA.
Anak keenamnya perempuan kuliah di IKIP PGRI Surabaya jurusan Pendidikan Matematika.
Anak ketujunya perempuan kuliah di Program Diploma 1 di ITS.
Anak terakhirnya perempuan kuliah di Universitas Brawijaya jurusan Teknik Informasi.

Perempuan itu tidak punya cukup harta untuk membesarkan anak anaknya. Tetapi perempuan itu memiliki kekayaan jiwa yang membuatnya bisa mencetak anak anaknya menjadi bintang binang tbersinar dalam lembar sejarah hidupnya.

Rahasia keberhasilan perempuan itu dalam mendorong sebagian besar anak anaknya bisa kuliah hingga ke jenjang pendidikan tinggi adalah keyakinannya, kekuatan tekadnya, sikapnya yang enggan menyerah terhadap segala kesulitan hidup, kegigihannya untuk mencari tambahan penghasilan dengan berjualan jagung goreng dan rujak madura karena gajinya sebagai pembantu rumahtangga yang tidak mencukupi, dedikasi dan tanggung jawabnya untuk bisa melihat anak anaknya jauh lebih berhasil dari dirinya yang pembantu rumah tangga dan suaminya yang bekerja sebagai tukang becak, serta doa tulusnya yang mengiringi derai air matanya pada saat saat ruku’ sujudnya kepada NYA memintakan kemulyaan dan ketinggian derajat bagi anak anak tercintanya.

Perempuan itu kini semakin tua.Tetapi bara semangat hidupnya tidak pernah padam bahkan menulari semua anak anaknya.

Teman teman, perempuan berhati baja yang luar biasa itu adalah ibu saya tercinta. Rukiyah namanya.

Tulisan ini adalah ungkapan bakti dan cinta tulus saya salah seorang anaknya yang masih ingin lebih baik lagi dalam berbakti kepada ibu tercintanya.

Teman teman mari teruslah berbakti dan memulyakan ibu kita tercinta, yang telah mencetak kita semua menjadi bintang yang bersinar terang di langit kehidupannya. :: Ust Akhmad Arqom (http://www.akhmadarqom.com)/sep2012

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: