Perhimpunan LAWE Lestarikan Budaya Tenun Adat

lawePerhimpunan LAWE [berdiri pada bulan Agustus tahun 2004, dan berdomisili di Yogyakarta, dan merupakan perhimpunan dari anggota-anggota yang mengupayakan pengembangan kain tenun Indonesia, khususnya tenun tradisional. Untuk itu Perhimpunan LAWE mengembangkan riset di bidang disain kain dan produknya, pengolahan bahan kain menjadi produk fungsional, hingga tes pasar.

Perhimpunan LAWE memiliki misi dalam peningkatan kapasitas masyarakat penghasil kain tradisional, baik dalam hal teknis maupun pengembangan wawasan. Sejalan dengan hal tersebut, LAWE juga menginformasikan nilai-nilai tradisi dan pelestarian warisan budaya kepada masyarakat luas.

Pada akhirnya, misi LAWE terutama adalah mengangkat kehidupan sosial ekonomi masyarakat, terutama kelompok perempuan penghasil kain tradisional dan pengrajin produk berbasis kain tradisional, sehingga dapat membantu mensejahterakan kehidupan mereka, dan juga kemakmuran negeri ini.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Perhimpunan LAWE melakukan usaha-usaha sebagai berikut:

  • Melakukan pengembangan desain produk berbasis tenun.
  • Melakukan penelitian, pelatihan, dan konsultasi terutama mengenai tenun tradisional.
  • Mendorong terbentuknya jaringan kerja dengan institusi-institusi baik di dalam maupun di luar negeri yang memiliki visi, perhatian, dan/atau kepentingan yang sama.
  • Mendorong pembaharuan cara pandang masyarakat mengenai budaya tenun tradisional.
  • Melakukan penyebarluasan informasi berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan.
  • Melakukan usaha-usaha lain yang sejalan dengan maksud dan tujuan Perhimpunan terbatas serta tidak bertentangan dengan undang-undang.

Organisasi  berbentuk perhimpunan, dengan struktur sebagai berikut:

  1. Ketua:  Adinindyah
  2. Bendahara :  Westiani Agustin
  3. Anggota: Rina Anita,  Ita Natalia, Paramita Iswari, Fetiara Setianti, Herlin Siswanti, Fitria Werdiningsih, Noor Hayati, Dian Ritri, Nuraeni dan Panjang Mawanto.

Sumber pembiayaan berasal dari:

  • Bantuan / sumbangan asal tidak mengikat
  • Hibah
  • Iuran-iuran
  • Hasil usaha lainnya yang sah dan halal

Di samping itu Perhimpunan LAWE memiliki koperasi serba usaha yaitu Koperasi LAWE, yang memproduksi kerajinan berbasis kain tenun ( www.houseoflawe.com ) yang juga berdiri sejak tahun 2004 dan memiliki omzet berkisar Rp 25.000.000,00 per bulan.


Kiprah Perhimpunan LAWE

Kegiatan terdahulu yang pernah dilakukan Perhimpunan LAWE adalah:

Program “Weaving Hope” Tahap I, Juni – Desember 2006.
Merupakan Program Tanggap darurat ( Emergency Program ) saat bencana gempa bumi melanda Jogja, 27 Mei 2006, Lawe mengadakan penggalangan dana dari donatur pribadi, jaringan Ex-Patriade dan lembaga NGO, membangun kembali workshop tenun lurik dan rumah para penenun ( Temporary Shelter ) di Krapyak Wetan dan Bantul.

Program “Weaving Hope” Tahap II, September 2006 – April 2007.
Merupakan Program Pemulihan ( Recovery Program ) workshop tenun di Krapyak Wetan pasca gempa Jogja, dengan melakukan pembelian stok kain yang masih selamat dari gempa bumi dari workshop tenun dan diolah menjadi produk yang kemudian dipasarkan, dengan tujuan membantu mempercepat pembangunan kembali workshop tenun, sehingga para penenun dapat kembali bekerja. Hasil dari penjualan produk di berikan kembali untuk para penenun dalam bentuk uang dan bahan makanan. Program ini bekerja sama dengan PPPG Kesenian Yogyakarta dan The Samdhana Institute.

Program “Weaving Hope” Tahap III, Januari 2007 – Januari  2008.
Merupakan Program Pemulihan Lanjutan ( Running Recovery Program ) pasca gempa Jogja, dengan mengadakan workshop dan pendampingan usaha untuk ibu-ibu dan remaja putri di sekitar workshop tenun lurik di Krapyak Wetan. Training dan pendampingan antara lain : pelatihan kerajinan berbasis tenun lurik, enterpreneurship, pemasaran, dan kesehatan reproduksi. Program ini bekerjasama dengan Rifka Annisa ( Women Crisis Center ) dan Global Environment Fund.

Program Pelatihan dan pendampingan usaha untuk kelompok perempuan di Lombok Barat, Desember 2007 – Maret  2008.
Pelatihan Kerajinan berbasis tenun lombok, pengemasan makanan olahan khas Lombok, dan pendampingan usaha bagi kelompok perempuan di sekitar kawasan hutan lindung Lombok Barat, bekerjasama dengan The Ford Foundation.

Program Pelatihan dan pendampingan usaha untuk kelompok perempuan di kelurahan Gampingan Yogyakarta, Desember 2007.
Pelatihan Kerajinan berbasis tenun lurik, dan pendampingan usaha bagi kelompok perempuan di Gampingan ( dahulu sentra tenun lurik ), bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta.

Program Pelatihan Kerajinan untuk kelompok perempuan, Desember 2007 – Maret 2008, di Kelurahan Pakualaman, Yogyakarta dan Desa Jetis, Bantul, bekerjasama dengan Rotary Club Jogja.

Program Pelatihan Kerajinan untuk komunitas Batik Tulis Giriloyo, Imogiri, Januari 2008, bekerjasama dengan Jogja Heritage Society.

Kampanye dan promosi kerajinan berbasis tenun di berbagai pameran baik di Luar negeri maupun di dalam negeri.

Kompleks Galeri Amri Yahya
Jl. Prof. Dr. Ki H. Amri Yahya No. 6, Gampingan, Yogyakarta 55253
Fax: (0274) 555-968
E-mail: moc.o1416756713ohay@1416756713tfarc1416756713ewal1416756713
Web: www.houseoflawe.com
CP : Adinindyah – Mobile: 081-5685-3307
CP : Westiani Agustin – Mobile: (0274) 743-6773

Prakarsa perempuan independen Indonesia sejak 2008.

Hak cipta isi milik sumber masing-masing naskah.