Apa Kata Masyarakat Tentang Pekerja Rumahtangga?
[KOMNASPEREMPUAN] - Persoalan pekerja rumahtangga (PRT) sebenarnya bukan persoalan ringan. Persoalan PRT merupakan persoalan sosial-politik yang serius. Berbagai kekerasan dan eksploitasi, pengabaian hak, dan pandangan stereotipe masih sering dialami PRT. Namun, itu belum cukup membuat pemerintah serius memperhatikan kondisi mereka. Bagaimana masyarakat sendiri melihat persoalan PRT ini? Diah Irawaty dan Nunung Qomariyah dari Komnas Perempuan […] Read more »
Bukan Salah Kartinem
oleh Rieke Diah Pitaloka
[VHRMEDIA.COM] - Muka Kartinem pucat pasi. Sepucat tissue basah yang biasa digunakannya untuk mengelap selangkangan Aditya, bila bayi tujuh bulan itu buang air besar. Pagi itu Nyonya Siska (mama Aditya) membentak-bentak Kartinem, baby sitter yang telah merawat dan mengasuh bayinya sejak usia satu minggu. Aditya kini sedang terbaring di ruang ICU sebuah […] Read more »
JALA PRT Daulat 15 Februari Hari Nasional Pekerja Rumahtangga
Mengingat begitu banyaknya kasus kekerasan terhadap pekerja rumahtangga (PRT) yang luput dari peradilan hukum di Indonesia, jaringan pembela hak-hak asasi PRT yang menyebut diri JALA PRT (Jaringan Nasional Advokasi untuk Perlindungan PRT) melancarkan aksi solidaritas mendesak Pemerintah dan DPR segera menyamakan status PRT sebagai pekerja, menciptakan undang-undang perlindungan kerja bagi mereka, dan memaklumatkan 15 Februari […] Read more »
Perempuan Tani Sering Tak Diupah, Dianggap Pekerja Keluarga
Kondisi pekerja perempuan di sektor pertanian memprihatinkan, seringkali tidak memperoleh upah, karena dianggap sebagai pekerja keluarga, sementara akses mereka terhadap informasi, sumber daya ekonomi, dan peluang pasar lebih rendah dibandingkan laki-laki, padahal peran perempuan di bidang pertanian dan pangan sangatlah menentukan. Demikian kesimpulan yang dikemukakan oleh Staf Pengajar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB […] Read more »
ILO: Peluang Kerja Indonesia Tidak Setara Gender Dan Susut Di 2009
Peluang kerja di Indonesia selama 2000-2007 mengabaikan kesetaraan gender, demikian ungkapan sebuah laporan yang dikeluarkan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada pertengahan 2008. Sebagian besar tenaga kerja perempuan bekerja pada sektor ekonomi informal yang tidak produktif dan berupah rendah.
Dalam laporan bertajuk “Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2008”, yang ditulis analis ekonomi Kee Beom Kim dari […] Read more »
S.K. Trimurti, Pena Nurani yang Pantang Berhenti
oleh Hajar Nur Setyowati
SK Trimurti, terdepan. [/caption]
Rekan seperjuangannya biasa memanggil perempuan kelahiran Boyolali ini dengan “Zus Tri”. “Zus”, sebutan bagi pejuang perempuan, di samping “bung” bagi kaum laki-laki. Penjara bukanlah tempat yang asing, karena zus Tri telah menghuninya semenjak tahun 1936. Tiga zaman tak pernah dilewatinya tanpa mendekam dalam bui: […] Read more »
Petani Indonesia Paraf Deklarasi Petani Perempuan Internasional
Deklarasi Pertemuan Petani Perempuan Internasional untuk Hak Asasi Petani
Kami, petani perempuan dari Kolombia, Republik Dominika, Korea Selatan, Indonesia, Spanyol, Thailand, Malaysia dan Timor Leste, berkumpul di Jakarta dan membicarakan kondisi petani perempuan secara menyeluruh.
Kondisi yang sulit di pedesaan dan tidak punya tanah memaksa perempuan untuk pergi ke perkotaan dan ke luar negeri untuk menjadi buruh […] Read more »
Buku>> Buruh Harian Lepas: Studi Kajian Hubungan Kerja, Upah dan Kesejahteraan Di Perkebunan Sumatera Utara
Dari segi orientasi maupun strategi merupakan wujud nyata proses Negara neo-liberal. Di tengah krisis ekonomi yang belum pulih, muncul kebijakan Negara seperti pencabutan subsidi pada sektor non produktif (BBM, Pupuk, Pendidikan, Kesehatan, Listrik dll), privatisasi perusahaan milik Negara, pembebasan pasar untukbarang-barang import dan penetapan undang-undang SDA-SDM yang lebih berpihak pada kekuasaan modal.
Di bidang urusan ketenagakerjaan […] Read more »


