drama

You are browsing the archives of "drama."

18mar :: Jemek Supardi Pentas Pantomim ‘Calegbrutussaurus’, Yogyakarta

18mar :: Jemek Supardi Pentas Pantomim 'Calegbrutussaurus', Yogyakarta

[ Rabu, 18 Maret 2009; 20:00 to 22:00. ]

Jemek Supardi akan mementaskan karya pantomim berjudul “Calegbrutussaurus” di Gedung Sosieted, Taman Budaya Yogyakarta, Rabu 18 Maret 2009. Karya ini mencoba mengangkat persoalan seputar fenomena caleg di Pemilu 2009.

Rupanya foto-foto caleg yang bergaya bak selebritis membuatnya gelisah. Menurut Jemek mereka hanya mau memperjuangan dirinya sendiri tapi mengatasnamakan pejuang rakyat. “Kita tidak mengenal mereka tapi menebar […] Read more »

24-28nov :: Monolog ‘Sum, Cerita Dari Rantau’ oleh Bernadeta Very Handayani, Yogyakarta

24-28nov :: Monolog 'Sum, Cerita Dari Rantau' oleh Bernadeta Very Handayani, Yogyakarta

[ Selasa, 25 November 2008 19:00 to Jumat, 28 November 2008 19:00. ]

Bernadeta Verry Handayani, aktor Teater Garasi Yogyakarta, menyuguhkan kisah tentang pahlawan devisa, TKI. Adalah Sum, seorang TKI Indramayu, yang akan berangkat ke Saudi Arabia, memaparkan kisah hidupnya yang tak berdaya dan mengalami kekerasan.

Pertunjukan monolog karya Bernadeta Verry Handayani merupakan hasil riset selama 7 hari berada di Indramayu dan Terminat III Bandara Soekarno-Hatta. Dari proses inilah […] Read more »

Teater ABU: Perempuan Melintas, Jakarta

[ Rabu, 17 Desember 2008 20:00 to Kamis, 18 Desember 2008 17:00. ] Pementasan Teater ABU

Di Hall JF
Summitmas 1 lt. 2
Hari Rabu, 17 Desember 2008, Pk. 20:00-21:00

hubungi Nurul 021-520-1266 untuk kepastian waktu

PEREMPUAN MELINTAS

Siapakah perempuan yang melintas malam itu
Diantara hiruk pikuk, lalu lalang, dan kesembrautan
Beban apa yang diusungnya?
Mungkinkah mimpi atau kenyataan?
Siapakah perempuan yang melintas
Tetap saja mengayuh dengan siul dan nyanyian kecil di […] Read more »

Hukum Adat ‘Givu’ Disoalkan Teater Perempuan Sulawesi Tengah

Hukum Adat 'Givu' Disoalkan Teater Perempuan Sulawesi Tengah

Di tengah kensunyian, seorang gadis pincang berjalan sambil membawa tumpukan piring ke pinggir sungai. Di sana ia mencuci piring-piring kotor dan tak lama kemudian, seorang rekannya datang, terjadilah dialog senda gurau. Sungai yang berada di pinggir ngata (kampung atau desa dalam bahasa etnis Kulawi) itu bukan saja tempat mencuci dan mandi, tetapi juga menjadi ruang […] Read more »