<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Langit Perempuan &#187; etnik</title>
	<atom:link href="http://www.langitperempuan.com/tag/etnik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.langitperempuan.com</link>
	<description>Indonesian women unlimited &#124; perempuan Indonesia dan langitnya yang tak berhingga</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Aug 2010 06:22:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>16-17jan :: Pemutaran Film-film Akulturasi Tionghoa Peranakan, Bentara Budaya Jakarta</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/01/16-17jan-pemutaran-film-film-akulturasi-tionghoa-peranakan-bentara-budaya-jakarta/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/01/16-17jan-pemutaran-film-film-akulturasi-tionghoa-peranakan-bentara-budaya-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 16:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA]]></category>
		<category><![CDATA[akulturasi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[dokumenter]]></category>
		<category><![CDATA[etnik]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[peranakan]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=2351</guid>
		<description><![CDATA[[ Jumat, 16 Januari 2009; 17:00 to 21:00. Sabtu, 17 Januari 2009; 17:00 to 21:00. ] 







Menyambut Tahun Baru Imlek 2560 dan untuk memeriahkan Pameran Warisan Budaya Tionghoa Peranakan (yang berlangsung tanggal 15-25 Januari 2009), tanggal 19-20 Januari ini Bentara Budaya Jakarta akan memutar sejumlah film fiksi/ dokumenter bertema akulturasi Tionghoa Peranakan. Kita mengenal beberapa nama seperti Tan Tjeng Bok dan Teguh Karya yang cukup besar sumbangannya bagi perkembangan perfilman di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/01/16-17jan-pemutaran-film-film-akulturasi-tionghoa-peranakan-bentara-budaya-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Jejak Negosiasi Perempuan Aceh&#8221; Kajian Media Perempuan Multikultural &#8216;Jurnal Srinthil&#8217;</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2008/06/jejak-negosiasi-perempuan-aceh-kajian-media-perempuan-multikultural-jurnal-srinthil/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2008/06/jejak-negosiasi-perempuan-aceh-kajian-media-perempuan-multikultural-jurnal-srinthil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 12:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[WAWASAN]]></category>
		<category><![CDATA[etnik]]></category>
		<category><![CDATA[kajian]]></category>
		<category><![CDATA[negosiasi perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Telah terbit Jurnal Srinthil - Media Perempuan Multikultural bertema "Jejak Negosiasi Perempuan Aceh".
Berikut sedikit review dan excerpt yang bisa di download dari www. desantara. org:
Perempuan Aceh hadir sebagai subjek, melengkapi gagasan ke-Aceh-an dan ke-Islam-an, dari sebuah peta multikultur atas identitas orang Aceh yang plural. Jejak negosiasi perempuan Aceh yang terbaca dalam narasi kepentingan kolonialisme, nasionalisme [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2008/06/jejak-negosiasi-perempuan-aceh-kajian-media-perempuan-multikultural-jurnal-srinthil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 3.194 seconds -->
