<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Langit Perempuan &#187; HAM</title>
	<atom:link href="http://www.langitperempuan.com/tag/ham/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.langitperempuan.com</link>
	<description>Indonesian women unlimited &#124; perempuan Indonesia dan langitnya yang tak berhingga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 01:58:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>06apr :: screenDocs! Regular &#124; Pemutaran Film Dokumenter + Diskusi, Goethe Institut</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2010/03/06apr-screendocs-regular-pemutaran-film-dokumenter-diskusi-goethe-institut/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2010/03/06apr-screendocs-regular-pemutaran-film-dokumenter-diskusi-goethe-institut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 15:40:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[transexual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=4114</guid>
		<description><![CDATA[[ Selasa, 6 April 2010; 18:30 to 21:30. ] Goethe Institut Jakarta dan In-Docs 
mengundang anda menghadiri 

screenDocs! Regular 
Pemutaran Film Dokumenter dan Diskusi

6 April 2010
18.30 WIB di Goethe Institut 
Jl. Sam Ratulangi 9-15. 
Menteng Jakarta Pusat

Film: 

Relieved (Aufgetaucht)
Aliona van der Horst, Netherlands, 2003, 15 min.

Kristopher, seorang remaja 11 tahun menyadari bahwa dia gay. Mulanya dia tak berani mengatakan hal itu kepada siapapun ? [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2010/03/06apr-screendocs-regular-pemutaran-film-dokumenter-diskusi-goethe-institut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15des :: Peluncuran + Diskusi Buku &#8216;Hak Minoritas&#8217;, Jakarta</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/12/15des-peluncuran-diskusi-buku-hak-minoritas-jakarta/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/12/15des-peluncuran-diskusi-buku-hak-minoritas-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 16:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA]]></category>
		<category><![CDATA[hak minoritas]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[keberagaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3981</guid>
		<description><![CDATA[[ Selasa, 15 Desember 2009; 11:00 to 17:00. ] 

Yayasan Interseksi dengan hormat mengundang Anda menghadiri:

PELUNCURAN DAN DISKUSI BUKU:  HAK MINORITAS
 Etnos, Demos dan Batas-batas Multikulturalisme 
 (Editor: Hikmat Budiman)

PUBLIC PREVIEW FILM DOKUMENTER: POMATODON. 
 Dongeng Negeri Seluar Peta (Sutradara: Dirmawan Hatta)



Selasa, 15 Desember 2009    
 11:00 - 17:00
 FLAMBOYAN ROOM, 6th floor 
 JAKARTA DESIGN CENTER 
 Jl. Gatot Subroto Kav 53 Jakarta, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/12/15des-peluncuran-diskusi-buku-hak-minoritas-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan Usaha Kecil Kerapkali Tidak Masuk Hitungan</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/06/perempuan-usaha-kecil-kerapkali-tidak-masuk-hitungan/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/06/perempuan-usaha-kecil-kerapkali-tidak-masuk-hitungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 03:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[WAWASAN]]></category>
		<category><![CDATA[beban ganda]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<category><![CDATA[upah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3736</guid>
		<description><![CDATA[[AKATIGA] - Apa beda pekerja renik perempuan dengan laki-laki? Bedanya, kendati waktu yang dihabiskan untuk bekerja dan sumbangsih penghasilannya buat keluarga tak sedikit, perempuan kerapkali dianggap tidak bekerja. Mungkin karena pekerjaannya tidak terlihat jelas alias nirmata. Tak heran, Perempuan Usaha Kecil (PUK) semacam itu dijuluki orang sebagai "The Invisible Worker".
Meletakkan kata 'perempuan' di depan 'usaha [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/06/perempuan-usaha-kecil-kerapkali-tidak-masuk-hitungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elly Anita Dulu Korban, Kini Pahlawan Anti Perdagangan Manusia</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/06/elly-anita-dulu-korban-kini-pahlawan-anti-perdagangan-manusia/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/06/elly-anita-dulu-korban-kini-pahlawan-anti-perdagangan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 04:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENGHARGAAN]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[human trafficking]]></category>
		<category><![CDATA[perbudakan]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3747</guid>
		<description><![CDATA[[DETIKCOM] - Elly Anita patut berbangga. Ia diganjar penghargaan 'Pahlawan yang Berjasa untuk Mengakhiri Perbudakan di Era Modern' atau 'Anti-Trafficking Hero' dari pemerintah Amerika Serikat (AS).
Elly sejatinya adalah korban human trafficking (perdagangan manusia). Ia pernah dijual seharga US$ 4.500 di Irak. Ia pun terperangkap di Kurdistan, Irak saat konflik Irak. Namun ia berhasil menyelamatkan diri. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/06/elly-anita-dulu-korban-kini-pahlawan-anti-perdagangan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Peduli Hak-Hak Perempuan Sikapi Kasus Ibu Prita</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/06/masyarakat-peduli-hak-hak-perempuan-sikapi-kasus-ibu-prita/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/06/masyarakat-peduli-hak-hak-perempuan-sikapi-kasus-ibu-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 03:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[SERUAN]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3703</guid>
		<description><![CDATA[[Jakarta, 10 Juni 2009] – Masyarakat Peduli Hak-hak Perempuan dan Kebebasan Berekspresi menilai kasus Prita Mulyasari (32) yang dipenjara akibat Surat Pembacanya tentang perlakuan yang kurang nyaman di Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang &#60;baca surat keluhan asli Ibu Prita&#62; pada sebuah media yang berujung gugatan pencemaran nama baik oleh RS yang bersangkutan adalah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/06/masyarakat-peduli-hak-hak-perempuan-sikapi-kasus-ibu-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LBH Apik: Kacau, Perlindungan Negara Atas WNI Di Luar Negeri</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/06/lbh-apik-kacau-perlindungan-negara-atas-wni-di-luar-negeri/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/06/lbh-apik-kacau-perlindungan-negara-atas-wni-di-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 13:16:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[SERUAN]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kesetaraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3695</guid>
		<description><![CDATA[Nirmala Bonat, Ceriaty, Yanti Irianti, Umi Saodah, David Wijaya, dan Manohara merupakan gambaran jelas masih kacaunya perlindungan Negara Republik Indonesia terhadap warga negaranya yang tengah berada di negara asing. Dapat kita saksikan dan rasakan betapa tidak jelasnya Warga Negara Indonesia mendapatkan dan mengakses keadilan serta perlindungan dari Pemerintah Indonesia ketika berada di negeri orang. Kasus [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/06/lbh-apik-kacau-perlindungan-negara-atas-wni-di-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>08jun :: Undangan Sumbang Tulisan untuk Jurnal Demokrasi dan HAM Juni 2009</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/06/08jun-undangan-sumbang-tulisan-untuk-jurnal-demokrasi-dan-ham-juni-2009/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/06/08jun-undangan-sumbang-tulisan-untuk-jurnal-demokrasi-dan-ham-juni-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 15:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA]]></category>
		<category><![CDATA[dmeokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3653</guid>
		<description><![CDATA[[ Selasa, 2 Juni 2009 to Senin, 8 Juni 2009. ] Dewan Redaksi Jurnal Demokrasi dan HAM, mengundang rekan-rekan untuk menyumbangkan tulisannya untuk dapat dimuat di Jurnal kami.

Jurnal Demokrasi dan HAM Bulan Juni 2009 Tema: "Kepemimpinan Nasional pasca-Pemilu 2009"

Latar Belakang Konstelasi politik pascapemilu legislatif bulan April 2009 dan menyambut Pemilu Presiden yang direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Juli 2009, akan semakin memanas. Seringkali langkah-langkah politik yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/06/08jun-undangan-sumbang-tulisan-untuk-jurnal-demokrasi-dan-ham-juni-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>02-04jun :: Workshop Feminisme: What Does A Feminist Look Like?, Jakarta</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/05/02-04jun-worshop-feminisme-what-does-a-feminist-look-like-jakarta/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/05/02-04jun-worshop-feminisme-what-does-a-feminist-look-like-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 01:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ACARA]]></category>
		<category><![CDATA[WAWASAN]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3642</guid>
		<description><![CDATA[[ Selasa, 2 Juni 2009 to Kamis, 4 Juni 2009. ] WORKSHOP FEMINISME
 What does a feminist look like?

Mengapa saya mengalami hambatan-hambatan dalam kegiatan hanya karena berjenis kelamin perempuan?

Mengapa pendapat saya sering tidak didengar?

Benarkah mengasuh anak adalah tanggung jawab saya saja?

Bagaimana cara keluar dari stigma "the second sex"?

Benarkah saya sudah tidak mengalami diskriminasi?

Apakah perundangan dan kebijakan negara telah melindungi hak-hak fundamental saya itu?

Dan sebagai manusia (perempuan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/05/02-04jun-worshop-feminisme-what-does-a-feminist-look-like-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Red District Project, Jembatan Seni Budaya Wilayah Prostitusi</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/05/red-district-project-jembatan-seni-budaya-wilayah-prostitusi/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/05/red-district-project-jembatan-seni-budaya-wilayah-prostitusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 20:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[KREATIVITAS]]></category>
		<category><![CDATA[PENDAMPINGAN]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[marjinal]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3625</guid>
		<description><![CDATA[RED DISTRICT PROJECT (RDP) adalah sebuah komunitas seni dan budaya yang didirikan di Yogyakarta awal tahun 2008. Fokus seluruh aktivitas yang dilakukan RDP adalah pada penyediaan ruang aktivitas seni dan budaya bagi masyarakat, hal ini didasarkan pada prinsip bahwa berkesenian adalah hak seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Proyek nirlaba ini sejak berdiri mencita-citakan diri sebagai jembatan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/05/red-district-project-jembatan-seni-budaya-wilayah-prostitusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketatanegaraan Yang Ada Tak Mampu Atasi Diskriminasi</title>
		<link>http://www.langitperempuan.com/2009/04/ketatanegaraan-yang-ada-tak-mampu-atasi-diskriminasi/</link>
		<comments>http://www.langitperempuan.com/2009/04/ketatanegaraan-yang-ada-tak-mampu-atasi-diskriminasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 19:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>langitperempuan</dc:creator>
				<category><![CDATA[KENEGARAAN]]></category>
		<category><![CDATA[SERUAN]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[HAM]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[otonomi daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.langitperempuan.com/?p=3554</guid>
		<description><![CDATA[
[KOMNASPEREMPUAN] ~ Kehadiran kebijakan daerah yang diskriminatif menyebabkan Indonesia semakin jauh dari cita-cita negara bangsanya untuk menghadirkan kesejahteraan, keadilan dan kebhinekaan bagi semua. Sebanyak 154 kebijakan daerah yang diterbitkan di tingkat provinsi (19 kebijakan), tingkat kabupaten/kota (134 kebijakan) dan di tingkat desa (1 kebijakan) antara tahun 1999 hingga 2009 menjadi sarana pelembagaan diskriminasi, baik dari [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.langitperempuan.com/2009/04/ketatanegaraan-yang-ada-tak-mampu-atasi-diskriminasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 2.582 seconds -->
