[UNDUH] Paper Ketahanan Pangan Indonesia Tahun 2040

gambar-1-ketahanan-panganDisusun oleh Zahrah Fadhilah Nindita + Marlina Wirmas

Pangan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, dan menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga ketersediaannya. Sebagai kebutuhan pokok, pangan menjadi sesuatu yang strategis dimana dalam penyediaannya terkait berbagai sektor dalam kehidupan suatu bangsa. Oleh karena itu kondisi stabilitas pangan suatu negara sangat memiliki dampak terhadap stabilitas ekonomi hingga stabilitas nasional bangsa.

Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi, hingga dapat menimbulkan gejolak sosial dan politik. Indonesia sendiri sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, memiliki tantangan yang berat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya. Dengan jumlah penduduk yang selalu meningkat, membuat usaha untuk memenuhi pangan masyarakat menjadi lebih berat setiap tahunnya.

Beras yang identik sebagai makanan pokok peduduk Indonesia menjadi komoditas penting untuk dijamin ketersediannya. Tingkat konsumsi beras masyarakat Indonesia jauh melebihi rata-rata tingkat konsumsi dunia. Pembangunan pertanian yang difokuskan kepada komoditas beras dari zaman Presiden Soeharto, membuat penduduk Indonesia dibiasakan dengan mengkonsumsi nasi dan menjadi ketergantungan hingga saat ini. Budaya masyarakat yang menyebutkan belum makan namanya jika belum makan nasi memang sangat nyata terjadi. Walaupun modernisasi memang menyentuh dunia pangan Indonesia yang ditandai dengan masuknya berbagai jenis makanan baru dan asing, posisi nasi sebagai makanan utama memang sulit untuk digantikan.

Ketersediaan beras sebagai komoditas pangan utama menjadi suatu keharusan untuk memenuhinya. Dengan tren jumlah penduduk yang selalu meningkat, maka ketersediaan pangan juga akan meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut ternyata tidak diantisipasi secara siap pada saat pembangunan pertanian yang dilakukan dulu. Lonjakan penduduk dengan jumlah permintaan yang meningkat ternyata tidak dapat dipenuhi dengan produksi sawah dalam negeri. Pada waktu-waktu tertentu pemerintah mengadakan impor beras untuk menutup kekurangan pasokan beras, dan di sisi lain berbagai upaya juga ditempuh untuk menjamin ketersediaan pangan terwujud dari dalam negeri. Berbagai kebijakan dan inovasi dikembangkan untuk memasok pangan sehingga konsep ketahanan pangan dapat diwujudkan dengan meminimalisir impor.

UNDUH PAPER > word file

 

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: